{mosimage}Semen Padang bermain gemilang pada pertandingan derby melawan PSP Padang di GOR. H.Agussalim Padang, 29 November 2008. Gol semata wayang pemisah "nasib" kedua klub dicetak oleh penyerang "Kerbau Sirah", Roger Batoum.
PSP sebenarnya bermain dengan baik. Sejak awal, PSP mengurung dan menggempur pertahanan Semen Padang. Sepertiga pertandingan awal babak pertama hampir tidak ada serangan berarti dari Masferi Kasim cs. Asyik menyerang, PSP kecolongan oleh serangan balik.
Petaka itu datang di menit 20. Gol bermula kesalahpahaman dua bek PSP, Djoko Kuspito dan Noah Ramual. Djoko yang bermaksud membuang operan Edward Wilson, hanya menerpa angin. Roger Batoum yang berada di dekat bola melakukan tendangan datar yang tidak dapat dijangkau kiper PSP, Andre Syariffuddin.
Di babak kedua, PSP tidak berhenti berusaha untuk menyamakan kedudukan. Pasukan Pandeka Minang beberapa kali kehilangan momen untuk mencetak gol. Setidaknya, tiga kali kesempatan terlewatkan oleh Febri Setiadi Hamzah dan Imran Hadi.
Usai pertandingan Joni Effendi, pelatih PSP, mengatakan kekalahan timnya tidak perlu terjadi andai tidak ada kesalahan individu. la merujuk pada gagalnya sapuan Djoko. Selain itu, Joni mengakui beberapa momen terbuang sia-sia karena para pemainnya tidak bisa memanfaatkan peluang.
"Ke dcpan kami akan menjadikan ini sebagai bahan evaluasi. Namun kami bertekad akan memperbaiki kesalahan ini pada pertandingan tandang di Sijunjung (markas Semen Padang)," ujar Joni. ***