Padang, 1/7 (SP) – Menyambut kehadiran Pabrik Indarung VI yang ditargetkan siap 2015, PT Semen Padang melakukan kerjasama dengan PT Pelindo II (Persero), dan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) (Persero). Penandatanganan kerjasama dihadiri Dirut ketiga perusahaan dan disaksikan Menteri BUMN Dahlan Iskan, di Wisma Indarung Semen Padang, Minggu (1/7/2012).
“Dengan disetujuinya pembangunan pabrik Indarung VI oleh pemegang saham PT Semen Gresik, Tbk maka PT Semen Padang membutuhkan dukungan PT Pelindo II, PT KAI, PT PLN, dan masyarakat,” kata Dirut PT Semen Padang Munadi Arifin. Dari PT Semen Padang, penandatanganan MoU itu dilakukan Munadi Arifin, RJ Lino (Dirut PT Pelindo II), dan Ignasius Jonan (Dirut PT KAI).
Dalam MoU dengan PT KAI, disepakati PT Kereta Api akan mendukung dan menjamin sepenuhnya kelancaran angkutan semen curah milik PT Semen Padang dengan kereta api dari Indarung ke Teluk Bayur sebesar enam juta ton per tahun sehubungan dengan peningkatan kapasitas produksi PT Semen Padang. PT Semen Padang menjamin sepenuhnya ketersediaan muatan semen curah dari Indarung ke Teluk Bayur untuk PT Kereta Api enam juta ton pertahun.
Sementara dalam MoU dengan PT Pelindo II, disepakati perencanaan detail yang meliputi aspek finansial, teknis, komersial, legalitas dan aspek lainnya berkaitan dengan rencana penataan dan penyediaan fasilitas angkutan semen curah, penyediaan Dermaga Curah, Bag dan Petikemas oleh PT Pelindo; peningkatan kapasitas peralatan yang terpasang di Dermaga Semen Timur (DST) dan Dermaga Semen Barat (DSB) di Pelabuhan Teluk Bayur oleh PT Semen Padang.
Kemudian penyediaan Dermaga di lingkungan PT Pelindo yang secara khusus diperuntukan untuk menangani bongkar muat barang hasil produksi dan barang penunjang produksi milik PT Semen Padang oleh PT Pelindo, Penyediaan peralatan bongkar muat oleh para pihak.
Penanganan kegiatan bongkar muat barang hasil produksi dan barang penunjang produksi milik PT Semen Padang oleh PT Pelindo, Pengkajian penanganan kegiatan bongkar muat selanjutnya di Dermaga Semen Timur (DST) & dan Dermaga Semen Barat (DSB) Pelabuhan Teluk Bayur; Penggunaan Kemasan Bag dalam Petikemas dan Jumbo Bag oleh PT Semen Padang; Penyusunan Berthing Contract dengan Hak Privilege dalam bentuk Service Level Agreement (SLA) & Service Level Guarantee (SLG) oleh para pihak. Pengkajian untuk Penyelarasan tarif dengan mempertimbangkan tarif yang berlaku di Pelabuhan Tanjung Priok oleh para pihak.
Menteri BUMN Dahlan Iskan menyatakan, semua BUMN kini mendapat tugas berat. Pelindo II dapat tugas membangun koridor Timur- Barat, yang selesai akhir tahun depan, paling lambat awal 2014 dimana akan menjadi bersejarah karena logistik Indonesia akan langsung berubah.
Ongkos kirim dan logistik turun drastis dan seterusnya. Semua itu tidak gampang. Demikian pula dengan PT KAI yang mendapat tugas berat di Sumatera dan Jawa.
Tentu tugas berat juga diemban Semen Indonesia, karena berkaitan dengan roadmap BUMN, pabrik semen memiliki dua fungsi, yakni sebagai engine of growth (mesin pertumbuhan), dan jadi jagonya di internasional.
Juga hadir pada kesempatan itu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Walikota Padang Fauzi Bahar, Dirut PT Semen Gresik, Tbk Dwi Soetjipto, para direksi dan komisaris PT Semen Padang, dan jajaran pejabat BUMN.(*)