Padang, 17/7 (SP) – Direktur Utama PT Semen Padang Munadi Arifin meraih anugerah kemitraan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), sebagai tokoh yang peduli terhadap pers. Penghargaan itu diserahkan Ketua PWI Sumbar Basril Basyar, dalam acara penganugerahan yang digelar di Hotel Inna Muara Padang, Selasa malam.
Selain Direktur Utama PT Semen Padang, PWI Cabang Sumbar juga menyerahkan penghargaan yang sama kepada Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Walikota Padang Fauzi Bahar, Bupati Pasaman Benny Utama, Bupati Solok Syamsu Rahim, dan Dirut Bank Nagari Suryadi Asmi.
Acara tersebut dihadiri para walikota/bupati se Sumbar, anggota Dewan Pers Wina Armada Sukardi, sesepuh pers Sumbar, dan wartawan media cetak dan elektronik.
Ketua PWI Sumbar Basril Basyar menjelaskan, penghargaan itu diberikan setelah melalui proses penilaian yang selektif oleh komite penilaian yang dibentuk oleh PWI. Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi yang tinggi kepada tokoh-tokoh Sumbar tersebut yang mampu membangun kemitraan yang baik dengan insan pers Sumbar.
Menurut Basril Basyar, sejak era reformasi tahun 1999, pers Indonesia memperoleh kebebasan yang luar biasa. Imbasnya, siapapun bisa menjadi wartawan, dan menerbitkan media meski tidak memiliki keahlian dan pendidikan tentang kewartawanan. Dalam perjalanannya, terjadi berbagai praktik menyimpang dari oknum pers dengan banyaknya keluhan pejabat dan masyarakat tentang tingkah laku para wartawan.
“Akhir-akhir ini tingkah laku wartawan semakin meresahkan, dan tidak sedikit yang mengeluarkan ancaman pada pejabat. Malah, ada yang mengancam memasukkan pejabat ke penjara,” beber Basril. Dengan pengalaman itu, PWI dan Dewan Pers secara bertahap melakukan pembenahan, dengan melakukan pendidikan, dan pelatihan. Dewan Pers kemudian memutuskan untuk melakukan uji kompetensi bagi wartawan.
“Setiap mereka yang memilih jalan hidup sebagai wartawan harus mengikuti uji kompetensi yang sangat ketat. Di Sumbar, dari 38 orang yang mengikuti uji kompetensi, delapan orang di antaranya tidak lulus uji kompetensi. Bagi mereka yang tidak bekerja sebagai wartawan, jangan harap bisa lulus uji kompetensi, sebab yang diujikan menyangkut pekerjaan-pekerjaan wartawan,” katanya.
Selain dilakukan pembenahan internal di dunia kewartawanan, Basril Basyar berharap kepada kepada mitra pers untuk bisa melakukan pembinaan kepada profesi wartawan. Dia berharap wartawan juga diberikan akses untuk melakukan peliputan, sehingga bisa menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat. “Namun kalau wartawan brengsek, laporkan saja ke polisi,” tegasnya.
Bermitra
Suksesnya Dirut PT Semen Padang Munadi Arifin meraih anugerah kemitraan PWI tidak terlepas dari hubungan yang baik yang terbina dengan pers selama ini. Munadi dinilai mampu membangun komunikasi yang baik dengan insan pers Sumbar.
Berkat keakraban yang terbina itu, antara pers Sumbar dengan PT Semen Padang terbangun hubungan yang harmonis, dengan tetap menghormati tugas dan fungsi masing-masing.
Munadi lahir di Batusangkar, 14 Agustus 1954. Ia ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Semen Padang pada RUPS LB PT Semen Padang pada Juni 2011. Sebelumnya ia menjabat sebagai Direktur Produksi sejak 5 Oktober 2005. Kedekatan lulusan ITB tahun 1980 itu dengan insan wartawan dimulai sejak menjabat sebagai Sekretaris Perusahaan (2003-2005). (*)
.
.