berita
Koko Liem, Khatib Shalat Ied 1433 H di Semen Padang

.
Jika tidak ada aral melintang, Haji Muhammad Ustman Ansori, SQ, MA. Al Hafizh yang lebih akrab dengan sapaan Ustadz Koko Liem dijadwalkan menjadi Khatib Shalat Idul Fitri (Ied) 1433 H di Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang.
“Koko Liem sudah dihubungi panitia, Bapak Zafrul Jamal. Beliau sudah menyatakan bersedia menjadi Khatib Idul Fitri di Semen Padang,” kata Syahril K, Ketua Panitia Pelaksanaan Shalat Idul Fitri didampingi H.Sensurianus, Wakil Ketua.
Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kelurahan Indarung dan Panitia Tetap Syiar Islam Semen Padang (PTSAI) telah menyepakati Shalat Idul Fitri dilaksanakan pada Minggu, 19 Agustus 2012, di Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang, pukul 07.30 WIB. Sebagai imam Shalat Idul Fitri ditunjuk H. Al Bizar SIQ, STHI.
Jika hari hujan, panitia sudah mempersiapkan untuk memindahkan pelaksanaan Shalat Idul Fitri di Mesjid Jabal Rahmah Semen Padang. Pada H-1 akan dilakukan pemberian informasi kepada masyarakat di sekitar perusahaan melalui pengeras suara dengan mobil keliling.
Riwayat Koko Liem
Kehadiran Koko Liem tentu saja akan memberikan keistimewaan shalat Idul Fitri tahun ini kepada seluruh karyawan PTSP. Ustadz yang merupakan mualaf ini memiliki penampilan yang sangat unik dan ceramahnya selalu dinanti-nanti kaum muslimin di Indonesia.
Kiprah dan pengalaman beliau dalam dunia dakwah tak diragukan lagi karena beliau berceramah bukan hanya dari mimbar-ke mimbar tetapi beliau sering tampil untuk berdakwah di berbagai media massa & radio . Beliau juga sering tampil di berbagai acara di Televisi yang bernuansa islami, seperti Pencerahan rohani di TPI, SCTV, INDOSIAR, TRANS TV, TRANS 7, TV ONE, TVRI. Beliau juga pernah menjadi Peran Kiyai di Sinetron Kiamat Sudah Dekat 3 SCTV 2007 dan lain-lain.
Koko Liem lahir pada 17 Januari 1979 di Dumai Riau dari sepasang suami istri berdarah Tionghoa, Liem Guanho dan Laihua. Koko Liem merupakan anak ketujuh dari sepuluh bersaudara. Sejak kecil ia dididik dalam keluarga pemeluk agama Budha yang taat. Bahkan ayahnya adalah seorang aktivis Klenteng.
Menjelang Maghrib, keluarga ini termasuk Liem kecil secara rutin sembahyang untuk menyembah pay pekkong (arwah leluhur dari orang-orang terkenal). Namun lelaki Tionghoa itu sangat bersyukur mendapatkan hidayah Allah hingga masuk Islam sejak usia 15 tahun.
Setelah masuk Islam pada 21 Juli 1994, Utsman yang biasa dipanggil Koko Liem itu terus mendalami agama barunya. Ke-Islaman Koko Liem tidak didapat secara instan. Saat duduk di kelas dua sekolah dasar negeri, Koko Liem mulai mengenal Islam, baik melalui lingkungan tempat tinggalnya maupun di sekolah.
Saat ada pelajaran agama Islam, tak seperti anak-anak non-Muslim lain di SD nya, Koko Liem memilih tidak keluar kelas saat pelajaran agama Islam berlangsung. Koko Liem kecil senang mendengarkan kisah nabi-nabi oleh guru agama Islam di sekolahnya. Sebab ketertarikannya akan kisah-kisah para Nabi itu menggiringnya untuk mengenal Islam lebih dalam.
Sejak saat itu, Koko Liem terus mengikuti pelajaran agama Islam dan selalu hadir dalam setiap acara peringatan hari besar Islam di sekolahnya. Meski demikian, setiap petang beliau tetap bersembahyang bersama keluarga di rumah untuk menyembah pay pekkong. Walaupun beragama Budha, kecintaannya terhadap Islam pun semakin terpupuk. Ditambah suara adzan yang didengarnya setiap hari dan takbir menjelang Idul Fitri, makin menggetarkan sukmanya hingga membuatnya meneteskan air mata.
Setelah masuk SMP Syeikh Umar – Dumai Riau, Koko Liem tetap melanjutkan tradisi tidak mau meninggalkan ruang kelas saat ada pelajaran agama Islam, beliau belajar di sekolah ini karena sekolah ini mau menerima murid yang berasal dari agama lain.
Koko Liem kemudian memanfaatkan kesempatan mengikuti pelajaran agama Islam itu sebaik-baiknya. Ia berusaha membandingkan agama Islam dengan agama yang dipelajari dan dianutnya. Pasalnya, setiap minggu beliau juga harus tetap ke wihara untuk belajar agama dan mendapatkan nilai agama itu, yang kemudian diserahkan ke pihak sekolah. Saat mengikuti agama Islam, Koko Liem sangat terkesan dengan kisah Nabi Ibrahim a.s. Kegundahan mulai merasuki batin Koko Liem.
Setelah berkonsultasi kepada kakaknya Muhammad Abdul Nashir (Liem Hai Seng) yang lebih dulu masuk Islam, akhirnya ia memutuskan untuk menjadi muallaf ketika naik kelas kelas 3 SMP.
Setelah masuk Islam, kehidupan Koko Liem tak serta merta membaik. Justru sebaliknya, beliau harus pindah dari Dumai ke Duri, Riau. Sebab, ayahnya sangat marah dan mengusirnya dari rumah. Sejak itu beliau diasuh oleh seorang ulama Riau bernama KH. Ali Muchsin. Pengasuh Pondok Pesantren Jabal Nur di Kandis, Riau itulah yang mendorong tekadnya untuk menjadi da’i. Kemana pun Ali Muchsin berdakwah, putra aktivis Klenteng Budha dan berkulit putih itu berusaha untuk bisa mengikutinya. Beliau sangat senang mendengarkan gurunya itu memberikan materi ceramah.
Latar belakang pendidikan formal Koko Liem diawali di SD 14 Dumai Barat, Riau, SMP Islam Mutiara Duri Riau pada 1995. Untuk mewujudkan niatnya terjun ke jalur dakwah, Koko Liem melanjutkan pendidikannya ke Pondok Pesantren Daar El Qolam, Balaraja Banten sejak 1995 hingga 1999. Setamatnya dari Pondok Pesantren Daar El Qolam, Balaraja Banten, beliau kembali melanjutkan di Pondok Pesantren Tahfizul Qur’an Raudhatul Muhsinin, Malang Jawa Timur. Pada tahun 2001, beliau melanjutkan studinya ke Fakultas Tarbiyah, Jurusan Pendidikan Agama Islam Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) Lebak bulus Ciputat hingga lulus 2005. Dan pada 2005-2008 kembali melanjutkan studi S2 nya di Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) dengan mengambil Jurusan Konsentrasi Ilmu Tafsir. (*)
Lainnya lainnya
Komentar
Kirim Komentar
BERITA
- 19 Juni 2013
Semen Padang Gelar Lomba Foto Berhadiah 10 Juta - 03 Juni 2013
PORSENI PT Semen Padang 2013 Dibuka - 22 Mei 2013
Stand Semen Padang Dikunjungi Menteri Koperasi
PENGUMUMAN
- 19 Maret 2013
Rekrutmen PT Semen Padang
PRESS RELEASE
Corporate Social Responsibility
KANTOR PUSAT
- Indarung
Padang 25237
Sumatera Barat
Telp.
(0751) 815250 (hunting)
08126611910 (gsm)
Fax.
0751-815590
Fax. Marketing
0751-815001
www.semenpadang.co.id
KANTOR PERWAKILAN JAKARTA
- Gedung Graha Irama Lantai XI,
Jl. Hr. Rasuna Said Blok X-1 Kav. 1&2
Jakarta 12950,
Telp.
021-5261272,
5261273,
5261274,
Fax.
021-5261414.



