profil
Logo Dari Masa ke Masa
Logo PT Semen Padang (PTSP) pertama kali diciptakan pada 1910, semasih bernama Nederlandsch Indische Portland Cement (Pabrik Semen Hindia Belanda). Logonya berbentuk bulat, terdiri atas dua lingkaran (besar dan kecil) dengan posisi lingkaran kecil berada di dalam lingkaran besar. Di antara kedua lingkaran tersebut terdapat tulisan "Sumatra Portland Cement Works". Di dalam lingkaran kecil terdapat huruf N.I.P.C.M, singkatan Nederlandsch Indische Portland Cement Maatschappij, sebuah pabrik semen di Indarung, 15 km di timur kota Padang.
Logo itu hanya berumur 3 tahun karena pada 1913 dibuat sebuah logo baru, meski bentuk bulat dengan dua garis lingkaran dan kata-katanya tetap dipertahankan. Hanya saja, NIPCM ditambah dengan NV. Nah, ini yang menarik: ada gambar seekor kerbau jantan dalam lingkaran kecil tampak sedang berdiri menghadap ke arah kiri dengan latar panorama alam Minangkabau. Gambar ini menggantikan posisi huruf NIPCM sebelumnya.
Logo itu diubah lagi pada 1928. Kata Nederlandsch Indische diubah menjadi Padang. Jadi, tulisan di antara kedua lingkaran tersebut adalah N.V. Padang Portland Cement Maatschapij. Di bagian bawahnya tertulis Fabrik di Indarung Dekat Padang, Sumatera Tengah, yang ditulis dengan huruf yang lebih kecil. Wah, telah muncul bahasa Melayu, setelah Sumpah Pemuda pada 1928. Dalam lingkaran kecil, selain gambar kerbau, terdapat gambar seorang laki-laki yang sedang berdiri di depan sebelah kanan kerbau sambil memegang tali kerbaunya. Ada pula gambar sebuah rumah adat, kelihatan hanya dua gonjongnya, di belakang sebelah kanan kerbau. Panorama di latar belakang ditambah dengan lukisan Gunung Merapi, lambang sumarak ranah Minang. Gambar kerbau tetap ditampilkan mendominasi di lingkaran kecil tersebut.
Jepang kemudian datang membawa perubahan, NV PPCM diganti dengan Semen Indarung. Logo PT SP tidak diubah, kecuali perubahan tulisan dari bahasa Belanda ke bahasa Indonesia. Demikianlah sampai Perang Kemerdekaan (1945-1949). Ada sedikit perubahan, yaitu digantinya tulisan Semen Indarung dengan Kilang Semen Indarung. Namun, saat Belanda kembali pada 1950, nama NVPPCM muncul kembali.Logo PTSP dimodifikasi lagi, pada 1958, seiring dengan kebijakan pemerintah pusat tentang nasionalisasi perusahaan asing. Logonya yang bulat dipertahankan, tapi tulisan NV PPCM diganti dengan Semen Padang Pabrik Indaroeng. Gambar kerbau tetap ada. Tapi tiada lagi gambar seorang laki-laki, rumah adat, dan gambar panorama Gunung Merapi. Penggantinya adalah gambar atap rumah gadang dengan lima gonjong di atas gambar kerbau.
Logo PTSP diperbarui lagi pada 1970. Dua lingkaran dihilangkan, sehingga tulisan Padang Portland Cement Indonesia dibuat melingkar sekaligus menjadi pembatasnya. Gambar kerbau hanya menampilkan kepalanya saja dengan posisi menghadap ke depan. Di atas kepala kerbau dibuat pula gambar atap/gonjong (5 buah) rumah adat. Muncul pula moto PTSP yang berbunyi "Kami Telah Berbuat Sebelum yang Lain Memikirkan". Namun, pada 1972 logo tersebut dimodifikasi dengan memunculkan dua garis lingkaran: besar dan kecil. Perubahan terjadi lagi pada 1991, saat tulisan Padang Portland Cement menjadi Padang Cement Indonesia.
Pada 1 Juli 2012, PT SP kembali melakukan perubahan logo. Pada perubahan kali ini, PT Semen Padang tidak melakukan perubahan yang bersifat fundamental karena brand perusahaan tertua di Indonesia ini dinilai sudah kuat. Pergantian ini dilakukan dengan pertimbangan, logo yang dipakai sebelumnya memiliki ciri, tanduk kerbau kecil dan complicated (rumit). Mata kerbau kelihatan old (tua), gonjong dominan, dan telinga terlihat off position. Pada logo baru disempurnakan menjadi, tanduk kerbau menjadi besar dan kokoh/melindungi, mata kelihatan tajam/tegas, gonjong menjadi sederhana (crown) , dan telinga pada posisi “on” (selalu mendengar).
Logo baru ini memiliki kriteria dan karakter yang kokoh (identitas semen), universal (tidak kedaerahan), lebih simpel (mudah diingat/memorable), dan lebih konsisten (aplicable dalam ukuran terkecil).
History Logo
Logo
PT Semen Padang (PTSP) was first created in 1910, named Nederlandsch
stage in Indische Portland Cement (Cement Plant Dutch East Indies). Logo-shaped, consisting of two circles (large and small) with the position of a small circle inside the big circle. In between the two circles are the words "Portland Cement Works Sumatra". In
the small circle there NIPCM letters, abbreviations Nederlandsch
Indische Maatschappij Portland Cement, a cement factory in Indarung, 15
km to the east of the city of Padang.
Logo was only 3 years old due in 1913 created a new logo, although the round with two circular lines and words are retained. Only, NIPCM coupled with NV. Well,
this is interesting: there is a picture of a male buffalo in a small
circle seemed to be standing facing left with the background scenery
Minangkabau. This image NIPCM replacing the letter before.
The logo was changed again in 1928. Nederlandsch said Indische converted into Padang. Thus, writing in between the two circles is NV Portland Cement Maatschapij Padang. At the bottom is written in Indarung Close Fabrik Padang, Central Sumatra, written in smaller letters. Well, it has emerged Malay, after the Youth Pledge in 1928. In
a small circle, in addition to drawing the buffalo, there is a picture
of a man standing in front of the right hand while holding a rope
buffalo buffalo. There is also a picture of a custom home, look gonjongnya only two, right behind the buffalo. Panorama in the background coupled with the painting of Mount Merapi, a symbol sumarak Minang realm. Figure buffalo still appear to dominate in the small circle.
Japan then came to bring change, NV PPCM Indarung replaced with cement. Logo PT SP is not changed unless the changes writings from the Dutch language into Indonesian. So until the War of Independence (1945-1949). There was little change, the replacement of paper with Refinery Cement Cement Indarung Indarung. However,
when the Dutch returned in 1950, the name appears kembali. Logo NVPPCM
PTSP modified again in 1958, in line with central government policy on
the nationalization of foreign companies. Round logo was retained, but writing NV PPCM replaced with Semen Padang Indaroeng Factory. Figure buffalo remained. But there is no longer an image of a man, custom homes, and panoramic picture of Mount Merapi. His replacement is a picture of the roof of the house just above the picture gonjong five buffalo.
Logo PTSP updated again in 1970. Two circles removed, so the writing Padang Indonesia Portland Cement made circular as well as a boundary. Buffalo picture only shows his head with a forward-facing position. At the head of buffalo is also drawing roof / gonjong (5 pieces) custom home. There is also the motto of OSS that read "We Have Been Done Before the Other Thinking". However, in 1972 the logo was modified by generating two lines of circles: large and small. Changes occur again in 1991, when writing to Padang Padang Cement Portland Cement Indonesia.
On July 1, 2012, PT SP back to change the logo. In
these changing times, PT Semen Padang is not a fundamental change
because the brand of the oldest companies in Indonesia is considered to
be strong. Substitution
is done with consideration, logo previously used has a characteristic,
small buffalo horn and complicated (complicated). Buffalo eyes look old (old), gonjong dominant and visible ear off position. In
the new logo to be enhanced, a large buffalo horn and solid / protect,
eyes look sharp / firm, gonjong be simple (crown), and ears to "on"
(always heard).
The
new logo has a criteria and a solid character (identity cement),
universal (not regional), more simple (easy to remember / memorable),
and more consistent (aplicable in the smallest size).
Profil lainnya
Komentar
Kirim Komentar
BERITA
PENGUMUMAN
- 19 Maret 2013
Rekrutmen PT Semen Padang
PRESS RELEASE
Corporate Social Responsibility
KANTOR PUSAT
- Indarung
Padang 25237
Sumatera Barat
Telp.
(0751) 815250 (hunting)
08126611910 (gsm)
Fax.
0751-815590
Fax. Marketing
0751-815001
www.semenpadang.co.id
KANTOR PERWAKILAN JAKARTA
- Gedung Graha Irama Lantai XI,
Jl. Hr. Rasuna Said Blok X-1 Kav. 1&2
Jakarta 12950,
Telp.
021-5261272,
5261273,
5261274,
Fax.
021-5261414.


