• PT Semen Padang
  • PT Semen Padang
  • PT Semen Padang
Klinik Konsultasi Rumah Tahan Gempa Gratis

ImageSebagai satu-satunya perusahaan semen di ranah Minang, manajemen PT Semen Padang menginginkan agar masyarakat yang melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah dan bangunannya lebih memperhatikan teknik-teknik bangunan konstruksi, yang sesuai kaidah-kaidah ilmu teknik sipil agar tahan terhadap guncangan gempa.


Bermula dari keinginan mulia itu, PT Semen Padang merangkul Universitas Andalas untuk menyediakan konsultasi pembangunan dan perbaikan rumah tahan gempa secara gratis kepada masyarakat. Gayung pun bersambut. Sabtu (21/11), beralamat di jalan Mangunsarkoro No. 11, dilaunching Klinik Konsultasi Perbaikan Rumah Tahan Gempa yang dibuka Direktur PT Semen Padang, Drs. Endang Irzal, MBA, Ak, Rektor Unand, Prof. Dr. Musliar Kasim dan Asisten II Setdako Padang, Ir. Hervan Bahar.

Endang Irzal mengungkapkan, kegiatan konsultasi konstruksi dan perbaikan rumah tahan gempa tersebut dalam rangka membantu masyarakat Sumbar mendapatkan media informasi bagaimana membangun atau memperbaiki rumah yang ambruk akibat gempa, sehingga rumah yang dibangun itu kokoh dan tingkat keselamatan jiwa masyarakat lebih terjamin.
“Kendati ada guncangan gempa, diharapkan rumah yang dibangun sesuai dengan spesifikasi rumah tahan gempa tersebut tidak rusak. Membangun Sumbar pada situasi pascagempa, yang paling dibutuhkan adalah akselerasi dalam bentuk kerjasama dari berbagai pihak. Kita buktikan kepada masyarakat bahwa kita peduli terhadap pembangunan Sumbar ke depan,” sebutnya.

Kepedulian PTSP, lanjut Endang Irzal, merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Sama halnya dengan satu isi Tridharma Perguruan Tinggi, yakni Mengabdi Kepada Masyarakat. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), PTSP mewujudkan pengabdian tersebut. “Kami punya tenaga, tapi kami tidak punya dana. Alhamdulillah pembukaan Posko Konsultasi ini direspon oleh PT Semen Padang yang juga peduli dengan masyarakat. Untuk itu, masyarakat korban gempa kita imbau berkonsultasi dulu sebelum memperbaiki rumah. Konsultasi ini sangat penting, karena bangunan yang rusak akibat gempa kemaren umumnya lemah dalam kekuatan konstruksi,” ujar Rektor Unand, Musliar Kasim.

Musliar menambahkan, pihaknya juga bekerjasama dengan perguruan tinggi lain yang memiliki Jurusan Teknik Sipil, untuk menerjunkan sekitar 400 insinyur ke seluruh kelurahan dan nagari di Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman. Masyarakat bisa berkonsultasi langsung dengan para insinyur teknik sipil tersebut. Data di lapangan, klinik tersebut juga memberikan brosur serta buku saku tentang cara dan bahan konstruksi rumah tahan gempa. Ada dua brosur yang disiapkan berikut buku saku cara kerjanya, yakni rumah tahan gempa berbahan kayu dan rumah tahan gempa dari tembokan. Sedangkan untuk penanggungjawab klinik, langsung dipegang Dr. Ir. Febrin Anas Ismail, MT, yang juga Dosen Teknik Sipil Fakultas Teknik Unand. ***

 
< Prev   Next >